tugas bahasa Indonesia

Posted: Oktober 8, 2014 in Uncategorized

Mengenai saya
Nama saya Agung Prabowo. 20 tahun lalu saya dilahirkan diJakarta pada tanggal 7 februari 1994 dirumah sakit RSPAD Gatot Subroto dengan proses sesar dengan berat 2,1. Karena pada waktu ibu saya mengandung didalam kandungan, air ketuban dalam rahim ibu saya pecah duluan pada saat usia kandungannya 8 bulan. Alhamdulillah walaupun saya lahir dengan keadaan prematur tapi saya bisa tumbuh hingga sekarang ini. Seiring berjalannya waktu saya pun tumbuh besar tapi saya tergolong dengan anak hyperaktif seperti tidak bisa diam dan jarang sekali istirahat. Pada tahun 2006 saya lulus sekolah dasar di SD Jaya Suti Abadi. 2009 saya lulus di SMPN 7 Tambun Selatan dan Pada tahun 2012 saya lulus di SMAN 3 tambun Selatan dan masuk ke Universitas Gunadarma.Sebelum masuk Unkiversitas Gunadarma saya sempat mencoba tes Akademi Militer yaitu akademi untuk perwira TNI tapi Allah berkata lain saya gagal pada tes pantauan akhir daerah . kemudian saya mencoba tes mandiri diUniversitas Negeri Jakarta (UNJ) mengambil jurusan olahraga tapi kembali gagal dan akhirnya saya masuk kuliah ke Universitas Gunadarma dan mengambil jurusan Sistem Komputer.
Hobi dan Cita-cita
Hobi saya adalah olahraga dan petualangan, dibidang olah raga saya menyukai olahraga bulutangkis dan futsal. Yang paling menonjol dari hobi saya itu adalah bulutangkis karena sejak saya SMP saya sudah berlatih di club. Dari hobi saya itu saya sudah menjuarai berbagai event pertandingan seperti juara 1 dikecamatan & kabupaten tingakat SMP,Juara 3 seKabupaten tingkat SMA,juara 1 dan 3 piala walikota Bekasi, 8 besar PBSI Jakarta Utara, Juara 1 beregu di BEM Ekonomi dan yang terakhir juara 2 di Fikti open Universitas Gunadarma . Dan hobi saya berpetualang yaitu sebagai pecinta alam. Pada tanggal 28 agustus kemarin saya dan teman teman berhasil mendaki ke puncak Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3.676 mdpl. Gunung tertinggi di pulau Jawa. Dari situ saya belajar mengenai cara bertahan hidup dan cara menghargai serta melestarikan alam. Cita-cita saya adalah menjadi seorang TNI. Saya memilih menjadi seorang TNI karena saya ingin mengabdi kepada bangsa Indonesia. Walaupun saya belum dikasih jalan saya tetap akan berusaha. Setelah saya selesai kuliah nanti saya akan mengikuti tes TNI lagi lewat jalur Perwira karir. TNI perwira karir adalah seorang TNI yg sudah mempunyai gelar sarjana.
Keluarga
Saya mempunyai orang tua yang berasal dari daerah Jawa. Bapak saya berasal dari daerah Jawa Timur tepatnya di Blitar. Bapak saya adalah anak ke 5 dari 7 bersaudara dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kementrian Pertahanan (Kemhan). Ibu saya berasal dari daerah Jawa Tengah tepatnya di daerah Purwokerto. Ibu saya adalah anak ke 2 dari 5 bersaudara dan bekerja sebagai ibu rumah tangga . Saya juga mempunyai seorang adik perempuan yang sekarang sudah sekolah dan duduk dibangku SMP . Diantara saya dan orang tua hanya adik saya yang mempunyai hobi serta bakat yang berbeda saya dan kedua orang tua saya menyukai olahraga sedangkan adik saya menyukai hal dibidang kesenian. Bakatnya sudah terlihat saat dia di taman kanak-kanak, yang sudah menjuari berbagai perlombaan menari . Kedua orang tua saya ini sangat mendukung setiap kegiatan positif yang saya lakukan. Saya bangga mempunyai mereka

Kisah perjalanan kami untuk menggapai puncak para Dewa (Mahameru)
Mendaki ke semeru adalah impian setiap pendaki dan pecinta alam, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru sering dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
dan impian untuk mendakinya sudah lama kami pendam. Pendakian ke semeru awalnya akan kami lakukan diawal tahun, ternyata waktu itu perijinan masih ditutup karena cuaca ekstrim, kabut pekat, banyak pohon tumbang, badai, longsor dan intinya masih pemulihan atau pengembalian vegetasi semeru agar tetap terjaga keasrian dan kealamiannya, ingat gunung semeru biasanya ditutup pada bulan Januari-April karena alasan tersebut diatas.,
Tiba saatnya setelah ahir Agustus pendakian mulai dibuka normal, kami langsung berkordinasi dengan teman teman kampus untuk pendakian ke mahameru. Dari waktu yang ditetapkan mendaki awal mei ahirnya terkumpul sebanyak 7 orang yang semuanya laki laki.
20 Agustus 2014su dah kita langsung aja berangkat, kami berangkat dari Bekasi pukul 09.00 WIB, menuju Pasar Senen karena kereta kami berangkat pada pukul 15.00 perjalanan menuju Malang memakan waktu kurang lebih 16 jam. 21 Agustus 2014 Pada pukul 06.30 kami tiba di stasiun Malang. Lalu kami menyewa angkot dari Malang menuju Tumpang.sesampainya di Tumpang kami langsung melakukan registrasi untuk jeep yang akan membawa kita ke Desa terakhir yaitu Ranu Pani. Pada pukul 14.00 kami sampai didesa Ranu Pani lalu kami membawa peralatan mendaki kami ke base camp sekaligus untuk istirahat hingga esok. 22 agustus 2014 pada pukul 08.00 setelah selesai sarapan kami pun langsung memulai tracking untuk menuju pos 1 pos 2 dan Danau Ranukumbolo yg berada diketinggian 2.500mdpl. 20140825_101557
Perjalanan dari Ranu Pani ke Danau Ranukumbolo memakan waktu 5 jam. Sampai di Ranukumbolo kami pun beristirahat sejenak untuk solat makan dan minum. Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalan menuju pos terakhir yaitu Kalimati pos terakhir sebelum menuju puncak Mahameru perjalan dari Ranukumbolo meghabiskan waktu 4 jam .
pukul 19.30 kami tiba di pos akhir Kalimati kami pun langsung bergegas mendirikan tenda mengingat suhu sudah mencapai 8-10 derajat celcius
kalimati

23 Agustus 2014 paginya kami pun bangun untuk menikmati alam sekitar yang begitu indah diKalimati. Area itu banyak sekali ditumbuhi hamparan bunga abadi yaitu Edelweis. Kemudian kami pun memasak makanan dan mengambil persedian air untuk mendaki ke puncak Mahameru pada pukul 23.30. kami sadar bahwa tidak mudah untuk mendaki ke puncak Mahameru, dibutuhkan kerjasama serta kekuatan dan doa untuk bisa mencapai ke puncak Mahameru karena treknya yang berpasir dan mencapai kemiringan 45 derajat ditambah suhu malam yang berkisar antara 0-3 derajat celcius . Pukul 23.30 WIB kami memulai pendakian, tapi sebelumnya berdoa pada yang kuasa agar diberi keselamatan dan kekuatan agar bisa sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Berangkat dari Kalimati 2700 mdpl menuju Mahameru 3676 mdpl, berarti kami harus mendaki hampir 1 km vertikal.IMG_2365

Jalur awal pendakian sudah penuh tanjakan yang menguras tenaga, untuk barang-barang berat kami tinggal di Kalimati. Tanjakan demi tanjakan kami lalui dengan bantuan temaram sinar headlamp di kepala kami. Di perjalanan menuju puncak ini kami tidak sendirian, ada beberapa rombongan yang muncak juga.
Satu jam perjalanan yang melelahkan tepatnya pukul 00.30 WIB kami sudah sampai di Arcopado. Di Arcapada terlihat beberapa tenda yang ditinggal oleh penghuninya menuju Mahameru. Tidak bisa membayangkan, menuju Arcapada dengan membawa carier yang berisi tenda, sleeping bag, peralatan masak dan lain-lain yang pastinya sangat berat, salut buat yang ngecamp di Arcapada.
Langkah demi langkah, perlahan tapi pasti, kaki kami akhirnya berada di batas vegetasi. Disinilah track sebenarnya akan dimulai. Memang benar, track pendakian ke puncak Semeru sungguh menguras tenaga. Selama ini, aku hanya bisa membaca catatan pendakian di blog-blog sahabat tentang pendakian Semeru ini, tapi kali ini aku rasakan sendiri.
Track berupa pasir yang labil dan tidak padat sangat menyulitkan kaki untuk melangkah. Setiap kaki kita melangkah ke atas, akan turun/terperosok kembali ke bawah. Langkah 3-2, melangkah 3 langkah turun 2 langkah yang aku baca di internet terbukti disini. Namun semua itu tidak membuat semangatku jatuh, dan anehnya lagi, tak pernah terpikir dalam hati untuk menyerah meskipun tenaga hampir habis.
Tak terasa 3 jam lebih saat aku meninggalkan Kalimati, aku masih berada track pasir Semeru di kemiringan lebih dari 45 derajat. Terlihat beberapa pendaki ada yang turun karena kedinginan. Memang suhu udara pada waktu itu sangat dingin, akupun segera memakai jas hujan yang aku bawa. Di tengah perjalanan kami menemui seorang pendaki yang tersengal-sengal kehabisan nafas. Kami pun memberikan tabung oksigen yang kami bawa sebagai pertolongan.

Lelah, kantuk, lapar, haus, kedinginan, sesak nafas, seakan menemani perjalananku dini hari itu. Sampai cahaya jingga terlihat di ufuk timur, puncak Mahameru belum juga terlihat olehku. Pupus sudah keinginan menikmati sunrise di Puncak Mahameru. Persediaan air yang aku bawa hampir habis, padahal puncak Semeru belum terlihat. Langit mulai terang dan jam menunjukkan pukul 06.00. Terlihat batu besar yang menutupi track pasir. “mungkin di balik batu itu puncaknya, kurang sedikit lagi” gumamku dalam hati. Ternyata setelah melewati batu besar tersebut, perjalanan masih membutuhkan waktu 1 jam lagi. Cobaan mulai datang ketika air minum yang aku bawa sudah habis tak tersisa.mahameru 4

Setiap bertemu dengan pendaki lain, aku selalu meminta air yang mereka bawa, dengan wajah memelas tentunya. “Andai saja aku membawa air yang cukup, tidak begini jadinya” sesalku dalam hati. Kekurangan air minum saat mendaki membuat tubuhku hampir tak bertenaga. Tapi tekat sekuat baja mengalahkan dehidrasi yang menimpaku.

Finally, pada pukul 07.30 WIB, kami berempat berhasil menginjakkan kaki di tanah tertinggi pulau Jawa, Mahameru 3676 mdpl. Aku langsung bersujud mengucap syukur pada Allah SWT atas nikmatnya yang diberikan padaku. Total 8 jam perjalanan yang harus aku lalui untuk menuju Puncak Mahameru dari pos Kalimati. Aku bersyukur sekali karena sahabat-sahabat pendaki yang lain lebih banyak yang tak sampai puncak daripada yang berhasil sampai.
20140824_083511

Di Puncak Mahameru ini, aku hanya berdiri selama 20 menit untuk mengabadikan momen-momen istimewa ini. Bukan apa-apa, karena diatas jam 9 atau 10 pagi, arah angin akan mengarah ke Puncak Mahameru dan membawa asap beracun yang keluar dari kawah Jonggring Saloko yang
berada disampingnya. Grrrrrr….suara gemuruh terdengar dari kawah dan keluarlah asap putih indah namun berbahaya dari kawah Jonggring Saloka. Tak ingin menyia-nyiakan, akupun berfoto dengan latar asap tersebut.
20140824_084528

Setelah puas berfoto-foto, kami putuskan untuk turun ke Kalimati. Perjalanan turun tidak seberat naiknya. Dengan memakai sepatu hiking, aku dengan mudah menuruni track pasir Semeru layaknya bermain perosotan. Tapi bila kamu yang tidak memakai sepatu khusus hiking, siap-siap pasir Semeru masuk di sepatumu.
Meskipun perjalanan turun cukup mudah, dibutuhkan kehati-hatian dalam melakukannya. Aku hampir saja salah jalur menuju jurang kalau saja temanku tidak meneriakiku. Bila kamu akan turun, ambil jalur ke kiri jangan terlalu kanan, karena akan jalur kanan akan menuju ke jurang yang dalamnya 70 meter.

Masih dalam keadaan kehabisan air, perjalanan turun ke Kalimati sungguh menyiksa. Seharusnya perjalanan lebih mudah bila masih masih ada stok air minum. Akhirnya pukul 11 siang kami sampai di pos Kalimati, dan aku langsung mencari persediaan air yang kami tinggal disana, lega rasanya. Rasa haus kala itu mengalahkan semuanya. Terima kasih Tuhan YME yang mengabulkan doaku hingga sampai kesana dan semua temanku yang menemani aku dan mendukung perjalananku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s